Minggu, 04 Juli 2010

CARA Pemasangan cahteter urine

Pemasangan
cahteter urine
Wijoyo Mohune

Pengertian
Pemasangan selang karet/plastik /metal melalui uretra ke dalam kandung kemih
Tujuan
 Menghilangkan distensi kandung kemih
 Penatalaksanaan kandung kemih incompeten
 Mendapatkan spesimen urine steril
 Pengkajian residu urine setelah berkemih
Persiapan alat
 Troly instrumen
 Sarung tangan steril
 Duk steril
 Kateter steril sekali pakai Polychateter urine
 Pelumas/jely khusus
 Kasa steril 2-4 potong
 Cairan anti septik mis betadine
 Spuit 10 – 20 cc yang sudah terisi larutan untuk mengembangkan balon ada kateter indwelling (aqudes/nacl)
 Urine bag/nerbeken/urinal
 Pingset/klem arteri
 Lampu sorot bila perlu
 Plester (untuk fiksasi/identitas)
 Selimut mandi
 Pengalas/zeil
 Alat cukur bila perlu
Prosedur kerja pada pria
 Mencuci tangan
 Menjelaskan prosedur dan tujuan pada pasien/keluarga
 Mengatur posisi pasien supine dan kedua kaki dilebarkan
 Menempatkan penutup di atas kedua paha
 Bila perlu cukur bulu pubis
 Mencuci tangan dan memasang sarung tangan steril
 Meletakkan lubang duk steril di atas sekitar perineal
 Mengolesi kateter dengan jeli pelumas 1-2 cc
 Mencuci gland penis di sekitar meatus dengan antiseptik menggunakan kasa steril/betadin
 Memegang penis dan menegakkannya
 Memasukkan kateter ke dalam uretra (15-25 cm) sampai urine mengalir ke luar dengan pingset/klem arteri/kasa steril
 Menarik penis sedikit ke bawah jika agak sulit memasukkan kateter
 Menampung urine pada botol steril untuk pemeriksaan dan menampung sisanya pada tempat yang telah disediakan/urinal/neerbeken
 Jika urine sudah keluar, masukkan kateter ke dalam ± 2,5 cm
 Mencabut kateter jika urine sudah habis atau mengembangkan balon kateter dengan menggunakan spuit berisi air/NaCl steril/aquades untuk isi/volume sesuaikan keterangan pada dengan chateter urine
 Tarik perlahan2 bagian luar chateter urine untuk mastikan balon mengembang baik
 Memfiksasi kateter ke abdomen bawah kiri/kanan melewati atas paha
 Menyambung kateter dengan plastik urine (urinal bag) ini dapat dilakukan terlebih dahulu sebelum chateter urine dimasukkan ke uretra bila tidak ada pengambilab sampel urina
 Mendokumentasikan hasil pemasangan kateter urine dan respon pasien pada catatan pasien












Prosedur untuk wanita
Prinsipnya sama dengan pemasangan pada pria
 Mengatur posisi pasien supine dan lithotomi
 Memisahkan labia minora dan meletakkan satu tangan untuk mempertahankan posisi
 Membersihkan area meatus dari atas ke bawah memakai kasa steril hanya satu kali pakai untuk setiap kasa

Kewaspadaan/hal2 yang peru diperhatikan
 Tetap menjaga privasi pasien
 Pemasangan chateter urine dilakukan oleh satu orang kecuali dalam situasi tertentu
 Pertahankan kesterilan selama pemasangan dan terpasang
 Isi/kembangkan balon untuk chateter menetap sesuai standar yg tertera pada chateter urine
 Lama pemasangan chateter urine menetap sesuai standar yg tertera pada chateter urine
 Sesuaikan nomor/ukuran chateter urine dengan besar orifisium uretra
 Rawat chateter urine setiap hari atau bila diperlukan dengan tehnik aseptik
 Perhatikan tanda2 infeksi dan perembesan urine setiap melakukan perawatan chateter urine
 Sebaiknya balon dites terlebih dahulu sebelum dipasang
 Jangan memaksakan pemasangan chateter urine bila ada hambatan (konsultasikan keteman sejawat/dokter)
 Pastikan vesika urunari/bleder terisi/teraba
 Pastikan tanggal pemasangan tertulis dengan jelas (pada plester)
 Rencanakan tanggal untuk melepaskan chateter urine di papan tindakan
 untuk mengembankan balon ada yg menggunakan needle/tdk menggunakan needle untuk yang mengunakan needle hati2 waktu penusukkan
 Pastikan urinne keluar dulu saat dipasang kemudian dorong masuk chateter urine sekitar 5 cm at lebih kemudian kembangkan balon
 Jelaskan dan anjurkan pasien untuk melaporkan setiap keluhan yang dirasakan setelah pemasangan chateter urine
 Pastikan urine bag tertutup rapat saat di koneksi dengan chateter urine
 Urine bag ada 2 macam yakni yang steril dan non steril untuk yang steril sampel urina dapat di ambil melalui urine bag pada tempat yang sudah disediakan
 Gantung urine bag pada tempat yang sudah tersedia samping tempat tidur bila ada
 Jangan mengantung urine bag dengan posisi chateter urine terlalu tertarik sebaiknya dalam keadaan bebas
 Jangan mengisi/mengantung urine bag dengan tas plastik/kresek
 Perhatikan/awasi urine bag perhatikan kebocoran at atau urine melebihai kapasitas tampung
 Hindari memfiksasi chateter urine melalui bagian bawah paha(posisi tidur)
 chateter urine pria dimasukkan sekitar 15-25 cm pada wanita 5-10 cm
 Untuk wanita lebbih sulit pemasangan terutama pada wanita tua/ chateter urine bisa masuk ke vagina

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar