Minggu, 04 Juli 2010

CARA Tanda Vital

Tanda Vital
Pendahuluan
 Pengukuran yang banyak dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah tanda – tanda vital berupa Suhu Badan, Respirasi, Tekanan Darah, dan Saturasi O2.
 Tanda – tanda vital adalah data yang dapat menunjang dalam mengetahui keadaan pasien.
Mengukur Suhu Tubuh
Suatu usaha untuk mengetahui / mengukur suhu tubuh pasien dengan menggunakan termometer.
Satuan suhu dalam 0C (derajat celcius)
 Suhu normal : 360 C – 37,50 C
 Hipotermi : Suhu tubuh < 36 0 c
 Hipertemi : > 400 C
Prosedur Kerja
 Persiapan Alat
 Termometer bersih dalam tempatnya
3 buah botol masing-masing berisi larutan sabun, desinfektan, Air bersih
 Tissu / kassa
 Bengkok
 Buku catatan suhu
 Penjelasan kepada pasien
 Pelaksanaan
 Cuci tangan
 Gunakan sarung tangan sekali pakai untuk menghindari kontak dengan ciaran tubuh (misalnya air ludah atau kotoran/faeces).
 Kalau perlu baju pasien di buka, ketiak dikeringkan.
 Periksa termometer, apakah air raksa berada di bawah angka 35,50 C. Bila di atas angka tersebut, turunkan dengan cara, pegang ujung atas Termometer dengan aman dan jauhkan dari benda sekitarnya, kemudian kibaskan secara mencolok.
 Lalu jepitkan dengan Reservoarnya tepat ditengah ketiak dan lengan pasien diletakkan di dada
 Setelah 5 – 10 menit termometer diangkat dan dibaca, hasilnya dicatat pada buku
 Termometer dicelupkan dalam larutan sabun, dilap dengan potongan tissu/kassa, kemudian masukkan dalam larutan desinfektan, dibersihkan dengan air bersih lalu keringkan.
 Selanjutnya air raksa diturunkan kembali pada angka Nol dan letakkan pada tempatnya.
 Perawat cuci tangan
Mengukur Pernafasan
 Mengetahui frekwensi pernapasan selama 1 menit.
 < 2 bulan : ≥ 60 x / menit
 2 bln – 1 tahun : ≥ 50 x / menit
 1 – 5 tahun : > 40 x / menit
Prosedur Kerja
 Persiapan Alat
 Arloji dengan penunjuk detik
 Catatan pernapasan pasien
 Pasien diberi penjelasan

 Pelaksanaan
 Cuci tangan
 Menghitung pernafasan selama satu menit
 Observasi frekwensi irama danm volume
 Mencatat hasil tindakan dan respon pasien
 Cuci tangan dan bereskan alat.
Mengukur Tekanan Darah
 Normal : 120/90 mmHg
 Hipertensi ringan : sistolik 140 – 159 mmHg, diastolik 90 – 99 mmHg.
 Hipertensi sedang : Sistolik 160 – 179 mmHg, diastolik 100 – 109 mmHg.
 Hipertensi berat : Sistolik180 – 209 mmHg, diastolik 110 – 119 mmHg.
 Hipertensi sangat berat : Sistolik diatas 210 mmHg, diastolik diatas 120 mmHg.
Prosedur Kerja
 Persiapan Alat :
 Stetoskop.
 Sfigmomanometer atau Tensi meter dengan manset.
 Buku catatan dan balpoint.
 Persiapan pasien :
 Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang kan dilakukan.
 Posisi pasien diatur sesuai dengan kebutuhan.
 Pelaksanaan
 Lengan baju dibuka / digulung
 Palpasi Arteri Brahialis, posisi manset berada 2,5 cm di atas sisi pulsasi.
 Manset tensimeter dipasang dilengan atas dengan posisi panah di tengah manset berada tepat di tengah.
 Manset dipasang tidak terlalu kuat / tidak terlalu longar, skrup balon ditutup.
 Arteri brachialis diraba sambil mengembangkan manset dengan cepat sampai tekanan 30 mmHg di atas titik ketika nadi hilang lalu kempiskan manset, dengan perlahan kemudian perhatikan titik saat nadi teraba. Turunkan air raksa sampai titik nol.
 Tunggu sampai + 30 detik Lalu stetoskop ditempelkan di titik nadi, balon dipompa sampai 30 mmHg di atas titik sistolik palpasi klien.
 Skrup balon dibuka perlahan-lahan, air raksa turun perlahan-lahan dengan kecepatan 2 – 3 mmHg, sambil memperhatikan turunnya air raksa dengarkan bunyi denyutan pertama
 Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyutan pertama disebut tekanan sistole (120 mmHg).
 Dengarkanlah terus sampai denyutan yang terakhir dikala permukaan air raksa pada waktu denyutan terakhir membuat tekanan diastole (80mmHg).
 Pencatatan hasil dilakukan dengan cara sebagai berikut :
 Sistole diatas Diastole dibawah
 Misal : 120 / 80 mmHg
Menghitung Nadi :
 Menghitung frrekwensi denyut nadi pasien dalam waktu satu menit
 Nadi normal
 Untuk Bayi : 120 – 140 x / menit
 Anak : 100 – 120 x / menit
 Dewasa : 60 - 100 x / menit
 Persipan Alat
 Arloji tangan dengan penunjuk detik
 Catatan nadi
 Pasien diberi penjelasan
 Pelaksanaan
 Cuci tangan
 Mengitung denyut nadi selama satu menit
 Observasi frekwensi, irama
 Mencatat hasil tindakan dan respon pasien
 Cuci tangan dan bereskan alat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar