Minggu, 04 Juli 2010

FISIOTERAPI DADA ( drainase postural )

FISIOTERAPI DADA
( drainase postural )

Fisioterapi dada merupakan tindakan yang dilakukan pada klien yang mengalami retensi sekresi dan gangguan oksigenasi yang memerlukan bantuan untuk mengencerkan atau mengeluarkan sekresi.
Tujuan
-Meningkatkan efisiensi pernapasan dan ekspansi paru
-Memperkuat otot pernapasan
-Mengeluarkan secret dari saluran pernapasan
-Klien dapat bernapas dengan bebas dan tubuh mendapatkan oksigen yang cukup.
Anatomi Percabangan trakheobronkhial




Lobus – lobus Paru










Lobus Kanan Atas :
1. segmen apical
2. segmen posterior
3. segmen anterior
Lobus Kanan Tengah :
1. segmen lateral
2. segmen medial
Lobus Kanan Bawah :
1. segmen superior
2. segmen basal anterior
3. segmen basal lateral
4. segmen basal posterior
5. segmen basal medial
Fisioterapi dada mencakup tiga teknik: drainase postural, perkusi dada, dan vibrasi.
1.Drainase Postural
Drainase postural adalah pembersihan berdasarkan gravitasi ekret jalan napas dari segmen bronkus khusus. Ini dicapai dengan melakukan satu atau lebih dari 10 posisi tubuh yang berbeda. Tiap posisi mengalirkan sekret khusus dari percabangan trakeobronkial-area paru atas,tengah,bawah-ke trakea. Batuk atau pengisapan kemudian dapat menghilangkansekret dari trakhea.
Darinase postural juga Merupakan cara klasik untuk mengeluarkan secret dari paru dengan mempergunakan gaya berat (gravitasi) dari secret.
Pembersihan dengan cara ini dicapai dengan melakukan salah satu atau lebih dari 11 posisi tubuh yang berbeda. Setiap posisi mengalirkan secret dari pohon trakheobronkhial ke dalam trachea. Batuk penghisapan kemudian dapat membuang secret dari trachea.
Pada penderita dengan produksi sputum yang banyak drainase postural lebih efektif bila disertai dengan perkusi dan vibrasi dada.
Pendelegasian
Drainase postural dapat didelegasikan kepada personel asisten. Namun, perawat tetap bertanggung jawab untuk menindaklanjuti untuk menjamin perawatan tepat dan dokumentasi yang tepat telah dilengkapi. Keterampilan ini tidak boleh didelegasikan bila klien tidak stabil secara medis. Pada beberapa fasilitas perawatan akut, tugas ini dapat dilakukan oleh ahli terapi pernafasa.
Peralatan
 Tempat tidur di rumah sakit dapat di tempatkan pada posisi Trendelenburg (perawatan akut,restoratif, atau lingkungan perawatan di rumah)
 Papan pemiring atau pendororng (bila drainase dilakukan dirumah)
 Kursi (untuk mendrainase bagian atas)
 Bantal 1 sampai 4
 Tisu wajah, kantung kertas
 Teko air dan air minum
 Wadah degan ukuran
 Sarung tangan sekali pakai



Kewaspadaan perawat
Spasme bronkus dapat di cetuskan pada beberapa klien yang menerima darainase postural. Spasme bronkus ini di sebabkan oleh imobilisasi sekret ke dalam jalan napas pusat yang besar, yang meningkatkan kerja napas. Untuk menghadapi resiko spasme bronkus, perawat dapat meminta dokter untuk mulai memberikan terapibronkodilator pada klien selama 20 menit sebelum drainase postural.
Indikasi Klien Yang Mendapat Drainase Postural
a. Mencegah penumpukan secret yaitu pada:
- pasien yang memakai ventilasi
- pasien yang melakukan tirah baring yang lama
- pasien yang produksi sputum meningkat seperti pada fibrosis kistik, bronkiektasis
b. Mobilisasi secret yang tertahan :
- pasien dengan atelektasis yang disebabkan oleh secret
- pasien dengan abses paru
- pasien dengan pneumonia
- pasien pre dan post operatif
- pasien neurology dengan kelemahan umum dan gangguan menelan atau batuk
Kontra Indikasi Drainase Postural
a. tension pneumothoraks
b. hemoptisis
c. gangguan system kardiovaskuler seperti hipotensi, hipertensi, infarkniokard, aritmia
d. edema paru
e. efusi pleura
f. tekanan tinggi intracranial
Persiapan Pasien Untuk Drainase Dostural
a. Longgarkan seluruh pakaian terutama daerah leher dan pnggang
b. Terangkan cara pelaksanaan kepada klien secara ringkas tetapi lengkap
c. Periksa nadi dan tekanan darah
d. Apakah pasien mempunyai refleks batuk atau memerlukan suction untuk mengeluarkan secret.
Cara Melakukan Drainase Postural
a. Dilakukan sebelum makan untuk mencegah mual muntah dan menjelang tidur malam untuk meningkatkan kenyamanan tidur.
b. Dapat dilakukan dua kali sehari, bila dilakukan pada beberapa posisi tidak lebih dari 40 -60 menit, tiap satu posisi 3-10 menit
c. Posisi drainase postural dilihat pada gambar
Evaluasi Setelah Dilakukan Drainase Postural
a. Auskultasi : suara pernapasan meningkat dan sama kiri dan kanan
b. Inspeksi : dada kanan dan kiri bergerak bersama-sama
c. Batuk produktif (secret kental/encer)
d. Perasaan klien mengenai darinase postural (sakit, lelah, lebih nyaman)
e. Efek drainase postural terhadap tanda vital (Tekanan darah, nadi, respirasi, temperature)
f. Rontgen thorax



Drainase postural dapat dihentikan bila:
a. Suara pernapasan normal atau tidak terdengar ronchi
b. Klien mampu bernapas secara efektif
c. Hasil roentgen tidak terdapat penumpukan sekret
Posisi untuk drainase postural
 Bronkus Apikal Lobus Anterior Kanan dan Kiri Atas.
Minta klien duduk di kursi, bersandar pada bantal (Gbr. 135 dan 136).

 Bronkuas Apikal Lobus Posterior Kanan danKiri Atas
Minta klien duduk di kursi, menyandar ke depan pada bantal atau meja (Gbr. 137 dan
138).

 Bronkus Lobus Anterior Kanan dan Kirir Atas
Minta klien berbaring datar dengan bantal kecil di bawah lutut (Gbr. 139 dan 140).




 Bronkus Lobus Lingual Kiri Atas
Minta klien berbaring miring ke kanan dengan lengan di atas kepala pada posisi Trendelenburg, dengan kaki tempat tidur di tinggikan 30 cm (12 inci). Letakan bantal di belakang punggung, dan gulingkan klien seperempat putaran ke atas bantal (Gbr. 141 dan 142).

 Bronkus Kanan Tengah
Minta klien berbaring miring ke kiri dan tinggikan kaki tempat tidur 30 cm (12 inci). Letakan bantal di belakang punggung dan gulingkan klien seperempat putaran ke atas banta (Gbr. 143 dan 144).

 Bronkus Lobus Anterior Kanan dan Kiri Bawah
Minta klien berbaring terlentang dengan posisi trendelenburg, kaki tempat tidur di tinggikan 45 sampai 50 cm (18 sampai 20 inci). Biarkan lutut menekuk di atas bantal (Gbr. 145 dan 146).







 Bronkus Lobus Lateral Kanan Bawah
Minta klien berbaring miring ke kiri pada posisi trendelenburg dengan kaki tempat tidur di tinggikan 45 sampai 50 cm (18 samapi 20 inci) (Gbr. 147 dan 148).

 Bronkus Lobus Lateral Kiri Bawah
Minta klien berbaring ke kanan pada posisi trendelenburg denan kaki di tinggikan 25 sampai 50 cm (18 sampai 20 inci). (Gbr.149 dan 150).

 Bronkus Lobus Superior Kanan dan Kiri Bawah
Minta klien berbaring tengkurap dengan bantal di bawah lambung (Gbr. 151 dan 152).












 Bronkus Basalis Posterior Kanan dan Kiri
Minta klien berbaring terungkup dalam posisi trendelenburg dengan kaki tempat tidur di tinggikan 45 sampai 50 (18 sampai 20 inci) (Gbr.153 dan 154).


Langkah - langkah Rasional
1. Cuci tangan

2. Pilih area yang tersumbat yang akan di drainase berdasarkan pengkajian semua bidang paru, data klinis , dan gambaran foto dada.
3. Baringkan klien dalam posisi untuk mendrainase area yang tersumbat. (Area pertama yang dipilih dapat bervariasi dari satu klien ke satu klien yang lain). Bantu klien memilih posisisesuai kebutuhan. Ajarkan klien memposisikan postur dan lengan dan posisi kaki yang tepat. Letakan bantal untuk nenyangga dan kenyamanan.
4. Minta klien mempertahankan posisi selama 10 sampai 15 menit.

5. Selama 10 samapai 15 menit drainase pada posisi ini, lakukan perkusi dada, vibrasi, dan atau gerakan iga di atas area yang didrainase.
6. Setelah drainase pada postural pertama, minta klien duduk dan batuk. Tampung sekresi yang dikeluakan dalam wadah yang bersih. Bila klien tidak dapat batuk, harus dilakukan penghisapan.

7. Minta klien istirahat sebentar bila perlu.


8. Minta klien minum menghisap / minum air.
9. Ulangi langkah 3 hingga 8 sampai semua area tersumbat yang dipilih telah terdrainase. Setiap tindakan harus tidak lebih dari 30 sampai 60 menit.
10. Ulangi pengkajian dada pada semua paru.

11. Cuci tangan. Mengurangi transmisi mikro organisme.
Untuk evektifitas, tindakan harus dibuat individual untuk mengatasi are spesifik dari peru yang tersumbat.

Posisi khusus dipilih untuk mendrainase tiap are yang tersumbat. (lihat Gbr. 135 sampai 154).







Pada orang dewasa, pengaliran tiap area memerlukan waktu. Pada anak -anak, cukup 3 sampai 5 menit.
Memberikan dorongan mekanik yang bertujuan memobilisai sekret jalan napas.

Setiap sekret yang dimobilisasi ke dalam jalan napas pusat, harus di keluarkan melalui batuk atau penghisapan sebelum klien di baringkan pada posisi drainase selanjutnya. Batuk paling efektif bila klien duduk dan bersandar ke depan.

Periode istirahat sebentar di antara postur dapat mencegah kelelahan dan membantu klien mentoleransi terapi lebih baik.
Menjaga mulut tetap basah sehingga membantu dalam ekpektorasi sekret.
Drainase postural digunakan hanya untuk mengalirkan area yang tersumbat dan berdasarkan pengkajian individual.


Memungkinkan anda mengkaji kebutuhan drainase selanjutnya atau mengganti program drainase.
Mengurangi transmisi mikro organisme.






























FISIOTERAPI DADA : DRAINASE POSTURAL

Aspek yang dinilai Bobot Nilai Ket
Ya Tidak

A. Persiapan alat
Baki berisi :
1. Handuk
2. Bantal (2 – 3 buah)
3. Segelas air
4. Tissue
5. Sputum pot , berisi cairan desinfektan.
6. Buku catatn
B. Persiapan klien
1. Informasikan klien mengenai : tujuan pemeriksaan, waktu dan prosedur.
2. Pasang sampiran / jaga privacy pasien
3. Atur posisi yang nyaman.
C. Persiapan perawat
1. Cuci tangan
2. Perhatikan universal precaution.
D. Prosedur
• Lakukan auskultasi bunyi napas klien.
• Instruksikan klienuntuk mengatakan bila mengalami mual, nyeri dada, dispneu.
• Berikan medikasi yang dapat membantu mengencerkan sekret.
• Kendurkam pakaian klien
1. Postural drainase
• Pilih area yang tersumbat yang akan didrainase.
• Baringkan klien dalam posisi untuk mendrainase area yang tersumbat. Letakan bantal sebagai penyangga.
• Minta klien untuk mempertahankan posisi selama 10 samapai 15 menit.
• Selama dalam posisi ini, lakukan perkusi dan vibrasi dada di atas area yang di drainase.
• Setelah drainase pada posisi pertama, minta klien duduk dan batuk efektif. Tampung sekret dalam sputum pot.
• Istirahatkan pasien, minta klien minum air sedikit.
• Ulangi untuk area tersumbat lainnya. Tindakan tidak lebih dari 30-60 menit.
5







3




2


5








5

Keterangn :
Ya : Berarti dilakukan dengan sempurna dan mendapatkan bobot yang sesuai standar
Tidak : Berarti tidak dilakukan sama sekali atau dilakukan dengan tidak sempurna jadi tidak mendapatkan bobot yang sesuai standarnya.
Adapun macam – macam posisi drainase postural
Right upper lobe
Apical segment (1)


Posterior segment (2)







Anterior segment (3)




Right middle lobe
Lateral segment (4)


Medial segment (5)




Penyuluhan Klien
Klien dan keluarga harus di ajarkan cara posisi postur yang tepat di rumah. Beberapa postur perlu dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan individual. Sebagai contoh, posisi miring Trendelenburg untuk mengalirkan lobus bawah lateral harus dilakukan dengan klien berbaring miring datar atau posisi miring semi Fowler bila ia bernapas sangat pendek (dispneu).
Pertimbangan Pediantri
Adalah tidak realistik untuk mengharapkan anak bekerja sama penuh dalam memilih semua posisi yang digunakan untuk drainase postural. Perawat harus menentukan empat sampai enam posisi sebagai prioritas. Lebih dari enam sering melampui keterbatasan toleransi anak.
Pertimbangan Geriatri
Klien pada pengobatan anti hipertansi tidak mampu mentolerir perubahan postur yang diperlukan. Perawat harus memodifikasi prosedur untuk memenuhi toleransi klien dan tetap membersihkan jalan napas.




















Kesimpulan
1. Dari media Internet yang didapat penjelasan untuk prosedur postural drainase belum lengkap jika di bandingkan dengan media cetak (buku saku keteampilan dan prosedur dasar) yang digunakan.
2. Dari media cetak (buku saku keterampilan dan prosedur dasar) di jelaskan tujuan dan kewaspadaan perawat terhadap tindakan yang dilakukan sedangkan dari media Internet tidak menjelaskan tujuan dan kewaspadaan perawat.
3. Dari media internet di jelaskan indikasi dan kontra indikasi dari pelaksanaan tindakan postural drainase sedangakan dari media cetak (buku) tidak menjelaskan indikasi dan kontra indikasinya.
4. Dari media cetak (buku) juga memeberikan penjelasan terhadap penyuluhan terhadap pasien sedangkan media cetak tidak.



































DAFTAR PUSTAKA


• Perry – Potter, Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar.Edisi 3.EGC.1999.Jakarta
• afiyahhidayati.wordpress.com/2009/.../askep-fisioterapi-dada/
• luchinurfitri.blog.friendster.com/2009/01/fisioterapi-dada/ -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar